BREACH
  • WpView
    LECTURAS 6,532
  • WpVote
    Votos 931
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 8, 2026
WpInfo
Fanfic
Universo Paralelo (AU)
Kpop
Acción y Suspenso
Di Akademi Solaris, Carmen hanyalah satu dari sekian banyak siswi. Ia tertawa di kantin dan aktif di organisasi. Tidak ada yang aneh kecuali caranya tetap tenang ketika hal-hal mulai salah. Sampai suatu hari semuanya berubah. Invasi zombie menyerang semua orang, ketika sekolah berubah menjadi tempat berburu, Carmen tidak bertanya. Ia bergerak. Ia tahu rute tanpa peta, tahu kapan harus lari, dan tahu bagaimana membuat sesuatu berhenti bergerak selamanya. Teman-temannya selamat karena itu dan justru karena itu pula, mereka mulai takut. Di antara darah, jeritan, dan pintu-pintu terkunci, muncul pertanyaan yang tak pernah terucap siapa sebenarnya Carmen? Semakin mereka bergantung padanya, semakin jelas bahwa rahasia yang ia simpan bukan hanya tentang bertahan hidup melainkan tentang sesuatu yang seharusnya tidak ada di sekolah ini sejak awal. Dan saat dunia runtuh, satu hal menjadi pasti Carmen bukan kebetulan.
Todos los derechos reservados
#122
love
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah Kedua
  • Anak pertama? || Hearts2hearts
  • ​The Left || END
  • Guardian Hearts
  • Officially Sister! [Completed]
  • Seven hearts, one soft smile
  • DEAR UNNIE  [END]
  • YAA!! UNNIE | [On Going]
  • The Clean Hands Club [h2h]
  • Un-Normal Squad ✓

Carmen belajar bertahan dalam diam, menyimpan luka dan kelelahan di balik senyumnya. Demi melindungi satu-satunya rumah yang pernah ia miliki. Namun takdir merenggut rumah itu lebih dulu. Suho, satu-satunya tempat ia pulang, pergi untuk selamanya. Dan ketika Carmen mengira rasa kehilangan adalah luka terbesarnya sebuah kebenaran tentang dirinya sendiri terungkap cukup untuk membuatnya mempertanyakan arti hidup yang selama ini ia pertahankan. Rumah barunya tak pernah kekurangan cahaya. Tawa ada di meja makan, suara langkah saling menyusul di lorong-lorongnya. Ayah dan Ibunya memanggilnya pulang, menyebutnya keluarga, merentangkan tangan tanpa ragu. Namun bagi Carmen, rumah ini adalah tempat yang harus ia pelajari perlahan. Bukan karena ia tak diterima melainkan karena hatinya terlalu lama hidup tanpa "pulang". Di balik kehangatan itu, ada jarak yang belum terjembatani antara dia dan adik- adiknya. Dan Carmen bertanya dalam diam. Apakah cinta yang datang terlambat masih bisa terasa seperti rumah?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido