Loving A Traveler

Loving A Traveler

  • WpView
    Reads 2,117
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sun, May 24, 2015
Aku tak pernah melihat gunung menangis, walaupun matahari membakar tubuhnya. Perjalanan hidup, memang tak pernah ada yg tahu. Inginnya seperti ini, tapi malah kesitu. Sesungguhnya aku kini sedang dalam sebuah proses, kamu pun begitu. Kita sedang dalam proses menulis sebuah buku yang kelak akan kita baca jika telah tiba saatnya. Tuhan kita telah menuliskan suatu buku besar. Ada semua benang merah perjalanan hidup seluruh manusia tergambar di dalamnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjalanan Cintaku...
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Terjebak Nostalgia
  • Love?
  • Destiny
  • You And I
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • ngger adalah vandyku

Lika liku perjalanan hidup memang tidak ada yang tau, dan setiap perjalanan pasti kita menemukan jenis orang yang berbeda-beda. Seseorang hadir di kehidupan kita, ada yang singgah menjadi pelajaran hidup dan ada yang singgah lalu menetap, lalu di katakan itu lah teman hidup. Siapa yang tau, akan seperti apa, siapa dan bagaimana pasangan hidup kita. Itu semua sudah di atur oleh Tuhan yang Maha kuasa. Tidak ada manusia yang tak pernah berharap lalu dipatahkan oleh harapannya karna iya lupa bahwa sebaik-baiknya tempat berharap itu hanya kepada tuhan. Berdoa lah dan berharap lah kepada Tuhan jika tidak ingin merasakan sakitnya kekecewaan. ya... aku pernah merasakan itu, kebahagiaan yang hanya sementara. ketika itu aku saat bahagia dengan hadirnya seseorang yang membuat hari ku lebih berwarna. sampai-sampai aku lupa bahwa kebahagiaan didunia ini tidak ada yang abadi. dan pada akhirnya datang lah kekecewaan itu kepadaku , yang membuat hari ku seketika berubah menjadi keterpurukan. ya... aku sadar itu salah ku karna terlalu bergantung dan menaruh harapan yang sangat besar kepada manusia. seperti sebuah tamparan yang tak ada obat nya saat itu. sakit? ya... sakit sekali. dari situlah aq mulai di sadarkan bahwa berharap kepada manusia itu hanyalah awal dari kekecewaan . libatkan lah Tuhan mu dalam hal apa pun maka kamu tidak akan di kecewakan. hingga beberapa bulan aku mulai bangkit dan memulai kisah baru dengan lebih berhati-hati dalam menaruh hati. Kisah ini adalah pengalaman hidup ku yang ingin aku bagikan lewat tulisan ku agar semua orang dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines