Aku berbeda, bukan karena aku anak autis, atau karena aku anak culun, atau aku anak terkenal, bukan itu yang membuatku beda.
Semua orang menatapku kagum, mereka ingin sepertiku. Guru guru di sekolah bangga padaku, di saat nilai teman temanku F-, aku mendapat A+. Tapi, bukan itu yang membuatku berbeda. Karena masih banyak siswa berprestasi selain aku.
Tapi, karena masa laluku...
Hanya aku yang segalanya di depan mereka, tapi di anggap kotoran hewan oleh keluargaku sendiri.
Hanya aku, yang bagaikan emas di depan mereka, tapi bagaikan sampah di depan keluargaku.
Tapi, itu berubah
Sejak Kakakku sendiri yang memberitahu masa laluku pada semua orang.
Ya Rabb, aku ingin kembali di jalanMu
Ya Rabb, aku mohon pertolongan Mu.
"AKU NGGA SALAH! BUNDA SAMA KAKAK YANG SALAH! " Gadis itu berteriak histeris didepan seluruh anggota keluarganya. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya. Hatinya bagai disayat ribuan benda tajam.
"Kenapa kalian bertingkah seolah-olah aku yang sepenuhnya salah disini?! " Tak peduli dia telah bersimpuh didepan umum sekarang, yang jelas dirinya merasa dikhianati. "Tapi kamu tetap yang salah besar disini, diwaktu saat itu dengan pakaian seperti itu. "
Netra gadis itu memerah padam, dia tidak terima dengan perkataan kakaknya. "Kalau ngga tau apa-apa ngga usah sok ngatain orang ... "
Dia tidak salah, tetapi diperlakukan seolah yang paling bersalah.
Dia tidak jahat, tapi dibuat terlihat yang paling dusta.
Dia tidak kotor ... Tetapi telah dikotori oleh orang terkasihnya.