SERIGALA LADANG JAGUNG | TREASURE

SERIGALA LADANG JAGUNG | TREASURE

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 20, 2026
Jasad kering yang ditemukan di ladang jagung membuat penyidik menaruh curiga pada Panti Asuhan Kasih Bunda. Perkebunan itu berdiri tak jauh dari bangunan tua panti kasih bunda. Tiga anak panti-Yoshino, Haseno, dan Cena-ditetapkan sebagai tersangka utama. Namun siapa pun tak pernah menduga, kasus ini lebih misterius dari sekadar jasad kering. Karena di balik pintu nomor 12, tersimpan rahasia yang dijaga mati-matian. Ada apa dengan pintu nomor 12? Siapa pembunuh Jasad Kering di ladang jagung?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Shadow in the Lab
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines