Bagi Kamila, pernikahan ini adalah pintu keluar untuk lepas dari rumahnya yang penuh konflik. Bagi Janu, wanita itu adalah jalan terbaik untuk menghentikan ibunya yang selalu mengatur urusan jodoh. Dua tahun mereka hidup bersama di bawah satu atap. Hubungan mereka berjalan tanpa ada getaran cinta, hanya ada jarak dan sikap dingin yang memisahkan mereka. Janu memberikan segalanya mulai dari kemewahan, status, hingga perlindungan materi, tetapi pria itu tetap menutup rapat perasaannya untuk Kamila. Ketika garis dua akhirnya muncul di alat tes kehamilan, Kamila bertekad membangun keluarga yang tidak pernah ia miliki sejak kecil. Namun, setiap kali ia menuntut kejelasan rasa, Janu selalu punya cara untuk menghindar. Menggantung harapan Kamila dalam ketidakpastian yang melelahkan. Ini bukan tentang kontrak di atas kertas, melainkan sebuah ikatan pernikahan sah yang mengikat mereka berdua. Bisakah Kamila membuat suaminya membuka hati, ataukah pernikahan ini akan selamanya berjalan tanpa rasa cinta di dalamnya? [Don't copy my story!]
More details