Cahyo Santoso, mafia paling ditakuti, sudah pensiun. Dua putranya - Zidan "Nemo" Alfarikh dan Eka Wahyu "Kiki" Santoso - mewarisi tahta gelap itu.
Nemo menjadi ketua mafia yang tegas dan dingin, sementara Kiki menjadi wakilnya yang kejam, cuek, dan tanpa belas kasihan.
Namun hidup Kiki berubah ketika ia bertemu seorang bocah SMA polos bernama Dino Dwi Putra-anak yatim piatu yang bekerja paruh waktu di café tanpa tahu bahwa café itu milik mafia yang paling ditakuti di kotanya.
Kiki yang biasanya dingin mulai runtuh.
Dino yang ceria dan lugu perlahan masuk ke dunia gelapnya... dan ke dalam hatinya.
Ketika hubungan mereka semakin erat, teman-teman mafia Kiki-Boy, Reza, Isal, Najib, dan Kaka-ikut terseret dalam dinamika lucu namun berbahaya.
Begitu juga teman-teman sekolah Dino-Dika, Rasel, dan Riko-yang tanpa sadar menjadi bagian dari jaring perlindungan mafia Santoso.
Namun dunia mafia tidak pernah tidur. Musuh mulai muncul.
Dino dipantau, diburu, dan dijadikan celah untuk menjatuhkan Kiki.
Dino harus memilih:
Tetap menjadi bocah polos yang lari dari bahaya...
atau berdiri di sisi orang yang ia cintai, meski itu berarti melangkah ke dunia penuh darah.
Ketika cinta bersinggungan dengan dunia mafia, hanya satu hal yang pasti:
Cinta bisa membuatmu kuat...
atau justru menjadi kelemahan yang mematikan.
[CHAPTER MASIH LENGKAP, EXTRA CHAPTER TERSEDIA DI KARYAKARSA]
Sembari menunggu jadwal wisuda, Sabrina memutuskan menerima tawaran bekerja sementara di Event Planner startup milik seniornya di kampus.
Tentu saja, dia nggak berharap banyak.
Berurusan tiap hari dengan Bang Zane yang menyebalkan itu, siapa juga yang betah?
Sayangnya ... pandemi berkata lain.
Jika rencananya paling lama hanya bekerja selama tiga bulan, sekarang dia bukan saja harus mengulur-ulur durasi menjadi bawahan sang bos kampret, tapi juga jadi salah satu teman karantinanya ... entah sampai kapan.
PS. For better experience, baca WRONGFUL ENCOUNTER dulu