Story cover for ~INVISIBLE VOW~ by vanillaberry1
~INVISIBLE VOW~
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 16, 2025
Di dunia nyata, hanya dia yang bisa melihat seorang laki-laki yang seharusnya tidak ada.
Orang lain tidak melihatnya. Dunia tidak mengenalnya.
Dan bahkan laki-laki itu... tidak tahu bahwa dirinya berbeda.

Namun setiap kali mata mereka bertemu, ada sesuatu yang terasa familiar-
seperti luka lama yang belum sempat sembuh,
atau janji yang pernah dibuat di kehidupan sebelum ini.

Mereka tidak ingat satu sama lain.
Tapi jiwa mereka... masih saling mencari.

Hingga perlahan, kebenaran masa lalu mulai muncul.
Tentang cinta yang terputus, kematian yang tidak seharusnya terjadi,
dan satu janji yang membuat mereka kembali bertemu...
meski dunia hanya mengizinkan salah satu dari mereka benar-benar hidup.
All Rights Reserved
Sign up to add ~INVISIBLE VOW~ to your library and receive updates
or
#46mysteryromance
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
"Beneath Her Forbidden Touch" cover
One Shoot my baby KIM SUNOO🔞! cover
BACKSTREET  cover
[TAMAT] Catatan Rinea: Nanny atau Istri? cover
Bukan Satu-Satunya cover
Change The Plot (Niel)   cover
Jevano William cover
The Wolfe's Countdown cover
REGAN's Crazy Wife cover
Whispers In The Dark cover

"Beneath Her Forbidden Touch"

34 parts Ongoing

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.