Liontin Tujuh Warna

Liontin Tujuh Warna

  • WpView
    MGA BUMASA 48
  • WpVote
    Mga Boto 13
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, May 7, 2026
Sejak monster itu memakan jiwa ayah, seluruh warna desa hilang, menyisakan hitam putih. Langit pun turut hilang keindahannya menjadi kelabu. Dengan separuh jiwa ayah yang bersemayam dalam liontin ini, kami bersumpah akan merebut kembali desa dari cengkeramannya.
All Rights Reserved
#17
kisahkeluarga
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • The Unwritten Lady
  • Just let me live, Duke!
  • New Life
  • The Villainess Daughter Who Tried Not to Love Her Family
  • The Duke'S Red String
  • Ryuu Sentai Goryuger : Super Sentai
  • Permaisuri & Ruang Dimensinya
  • Abo Desire

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman