Story cover for Doa yang Sama by Reealia
Doa yang Sama
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Nov 16, 2025
Indahnya menunggu jika akhirnya bersamamu. Namun, kalimat itu tidak berlaku bagi Ayara. Ia mencintai dan menunggu selama lima tahun-tanpa pernah bertemu, tanpa pernah ada komunikasi. Ayara jatuh cinta pada teman kecilnya sendiri, Muhammad Zayyan Athaalla. Ia mencintai tanpa pernah berani mengungkapkan perasaannya sebelum perpisahan panjang itu terjadi.

Saat waktu akhirnya mempertemukan mereka kembali, kenyataan justru memukulnya. Zayyan akan menikah dengan wanita pilihannya-wanita yang menurutnya sempurna. Di titik itu, Ayara benar-benar mengerti bahwa mencintai dalam diam tidak selalu berakhir bahagia.

"Tidak semua yang kamu inginkan akan menjadi milikmu. Kadang, seseorang hanya ditakdirkan untuk kamu lihat dari jauh."
- Ayara Humaira Az-Zahra

"Jika sesuatu memang untukmu, maka ia akan menjadi milikmu. Begitu pula sebaliknya: jika bukan untukmu, maka tidak akan pernah bisa kamu miliki, sekeras apa pun usahamu."
- Muhammad Zayyan Athaalla

#voteceritanya
#komen
#Followakunaku
#terimakasih
All Rights Reserved
Sign up to add Doa yang Sama to your library and receive updates
or
#334zayyan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
The Time cover
Fraktal Rahasia cover
NANGGALA cover
Back to Begin Again cover
SAKAREA cover
Hi, IQBAAL✔ cover
Secretly Yours  cover
Amin Yang Sama (SUDAH TERBIT) cover
Leonard cover
(Im)Perfect Love cover

The Time

26 parts Ongoing

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.