Avoidant : Just Love Me If You Want.

Avoidant : Just Love Me If You Want.

  • WpView
    GELESEN 139
  • WpVote
    Stimmen 10
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Jan. 24, 2026
[M] Cinta bukanlah sesuatu yang seharusnya disamaratakan dengan logika, begitulah yang selalu Anggara dengar dari orang-orang di sekitarnya. Lahir di sebuah kota dengan lingkungan patriarki membuatnya hidup bak seekor kerbau yang dijajah untuk terus bekerja dan menghasilakan sesuatu, tanpa bertanya tentang apa yang dia suka dan tidak suka. Semuanya ditata di atas meja, dijejalkan di dalam mulut, hingga akhirnya dia muntah dan membenci rumah yang seharusnya menjadi tempat dia pulang. Lantas pada akhirnya dia hidup menjadi manusia avoidant, tak pernah mau bersosialisai, bertindak dengan mengandalkan logika, dan berusaha terus rasional. Namun sayangnya, tindakan itu malah membuatnya semakin mati rasa. Dia tak pernah tahu apa itu cinta, tak pernah tahu arti dari kehangatan, tak pernah tahu bagaimana cara merindukan orang lain. Sampai suatu ketika, sosok perempuan yang pernah dia menjalin hubungan singkat dengannya sewaktu kuliah itu kembali dari luar negeri, kembali bertemu dengannya, dan bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Perempuan itu bernama Nesya. Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya?
Alle Rechte vorbehalten
#143
romansadewasa
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien