BOO
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 14, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Gadis Hantu itu adalah keheningan. Sebuah roh yang terlepas dari tubuhnya yang terbaring koma, tanpa ingatan. Terikat di dunia antara, ia lalu bertemu dengan Arga, pemuda indigo yang menerima takdirnya sebagai jembatan antara dua dunia. Arga adalah satu-satunya yang bisa melihatnya. Arga menyadari bahwa roh itu bukanlah hantu biasa, melainkan jiwa yang berpacu dengan waktu. Satu-satunya jalan kembali ke tubuhnya yang hidup adalah dengan menjadi pasangan spiritual Arga, bersama-sama menyelesaikan sepuluh misi bagi roh-roh tersesat. Setiap misi yang berhasil membawa roh itu kembali ke kehidupan, namun juga membawa Arga semakin dekat pada perpisahan. Ia harus menggunakan anugerahnya yang unik untuk menyelamatkan menyelamatkannya, meskipun itu berarti kembali pada kesendirian.
All Rights Reserved
#437
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penghuni Pohon Beringin
  • Endless Suffering || NHC
  • Got Dropped into a Ghost Story, Still Gotta Work #2
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Jangan Lembur Sendirian
  • Daddy's Little Baby
  • Tumbas Janji Lawas
  • KKN DI KARANG SEKAR (BL),(TAMAT)
  • 𝐇𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐧𝐚𝐤𝐚𝐥 || 𝐒𝐀𝐋𝐃𝐈𝐊
  • Napak Tilas (Selesai)

[COMPLETED] Seri Cerita SEKOLAH Bagian 2 Memasuki semester dua, jam belajar tentu saja menjadi semakin padat. Rasyid mengalami itu, terutama karena dirinya akan segera menghadapi ujian akhir nasional. Namun sesuatu mendadak mengganggu para siswa di sekolah, akibat rencana Kepala Sekolah yang hendak menebang pohon beringin di bagian depan sekolah. Apakah hal mengganggu itu akan segera dicari tahu penyebabnya oleh Ziva dan para sahabatnya? Apakah hal mengganggu itu bisa mereka atasi, meski pohon beringin depan sekolah akan tetap ditebang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines