Story cover for Kaleo by yeojachingunyachenle
Kaleo
  • WpView
    Reads 385
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 385
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Nov 17, 2025
1 new part
"Lihat sayang! Mami pulang bawa apa?"

Ketiga anaknya langsung heboh melihat sang Mami yang datang membawa sesuatu.

"Ini untuk Kaleon, dan ini untuk Kalea," ujarnya sembari memberikan kedua hadiah itu pada anaknya dengan senyuman lebar.

"Mi! Kaleo! Kaleo mana?" tanyanya berharap.

"Aduh, Mami gak tau yang kamu suka apa, jadi lain kali aja ya," ucapnya kemudian berjalan pergi meninggalkan anak-anaknya.

Bahu Kaleo merosot kecewa. "Yah, gak dapet lagi?"

Sang kakak merangkulnya. "Tenang aja, Ciel! Kan masih ada yang Marvel."

"Lo manusia paling hina, Ciel!"

"Harusnya lo yang mati!"

"Abang gue cuma Bang Marvel, bukan lo!"

"Udah gak ada yang harapin gue hidup lagi?"
All Rights Reserved
Sign up to add Kaleo to your library and receive updates
or
#1ljn
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Seven Seasons || NCT Dream cover
7 Bujang Dra's cover
LAST NIGHT cover
SAGARA :(He is my husband)  cover
HAKA NAKA 2 cover
HANYA JIKA cover
HARMONIA | NCT DREAM  cover
Abiyaksa Fam's || END cover
Dream Life cover
yang Terabaikan cover

Seven Seasons || NCT Dream

35 parts Ongoing

Rumah. Bagi sebagian orang, kata itu mungkin hanya merujuk pada sebuah bangunan dengan dinding dan atap. Namun, bagi Saka, rumah jauh melampaui definisi fisik. Rumah adalah sebuah konsep abstrak yang terangkai dari tujuh warna pelangi yang saling melengkapi, menciptakan harmoni yang menghangatkan jiwa. Rumah adalah tawa yang meledak, mengisi setiap sudut dengan kebahagiaan yang menular. Rumah adalah riuh rendah suara di pagi hari, ketika semuanya bergegas memulai hari dengan semangat yang membara. Rumah juga tentang celotehan tidak jelas, cerita-cerita polos yang menghibur dan membuat hati tersenyum. Rumah adalah tempat di mana setiap kata, setiap suara, memiliki makna tersendiri. Namun, rumah juga tidak selalu tentang kebahagiaan. Terkadang, ada pertengkaran kecil di malam hari, perbedaan pendapat yang memicu emosi. Namun, justru di saat-saat seperti itulah, rumah menjadi tempat untuk belajar memahami, memaafkan, dan menerima perbedaan. Karena pada akhirnya, rumah adalah tempat di mana kita selalu bisa kembali, tempat di mana kita diterima apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Rumah bagi Saka adalah tempat di mana hati berlabuh, tempat di mana cinta tumbuh dan berkembang, tempat di mana kenangan diukir dan disimpan selamanya. Rumah adalah segalanya. 𝄞