Langitnya Biru

Langitnya Biru

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 15, 2026
"Langit... kamu lebih suka senja atau pagi?" tanya Biru pelan, seperti takut mengganggu keindahan sore itu. Kepalanya masih bersandar di lengan Langit, sementara angin laut menyapu pelan rambut mereka. Langit menunduk sedikit, matanya jatuh pada wajah Biru yang diterangi cahaya jingga. Tatapan itu lembut... seperti ia sedang melihat sesuatu yang ingin ia simpan lama-lama. "Aku suka senja," ucap Langit dengan suara selembut riak ombak. Ia menatap garis cakrawala, lalu kembali menatap Biru-lebih lama, lebih dalam. "Pagi... kadang terlalu terang. Malam... kadang terlalu sunyi. Tapi senja?" Ia tersenyum kecil, senyum yang sehangat cahaya oranye di pipi Biru. "Senja ada di tengah-tengah... seperti ia sengaja memilih menjadi tempat istirahat untuk siapapun yang sedang lelah." Angin membawa aroma laut yang lembut. Suara ombak seolah ikut mengiringi kata-katanya. "Dan mungkin..." Langit menambahkan, kali ini suaranya nyaris seperti bisikan, "aku suka senja karena... dia mirip sama kamu, Biru." Biru terdiam, dadanya berdebar pelan. "Tenang... hangat... dan selalu berhasil membuat aku lupa kalau dunia bisa seribet itu." Langit terkekeh kecil. "Kalau hari ini berat, senja hadir. Kalau hatiku rame... senja pelan-pelan meredam." Tatapannya kembali jatuh pada Biru perlahan, penuh rasa. "Jadi mungkin... aku memilih senja, karena di antara semua waktu yang ada, dia yang paling bisa membuat hati aku merasa... pulang." Biru mengerjap, napasnya tercekat sebentar. Suasana pantai, angin, ombak, senja... semuanya tiba-tiba terasa jauh lebih lembut, karena Langit baru saja jujur dengan cara paling manis.
All Rights Reserved
#228
bllokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Paragraf Terakhir di Kota Atlas [JossGawin]
  • CRUSH FOR A BOYFRIEND [ BrightWin ]
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Silent Traces by the Sea
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock

"Saya bayar kamu seratus juta per bulan. Syaratnya cuma satu: jangan pernah lepas tangan saya tiap kali hantu sialan itu datang." Bagi Kanaya (22), pejuang skripsi yang sedang bokek parah dan kabur dari perjodohan klenik keluarganya, tawaran itu adalah jackpot. Bagi Arlan Dewantara (33), megabintang paling angkuh se-Asia Tenggara, sentuhan Naya adalah satu-satunya hal yang membuatnya tidak gila akibat diteror hantu masa lalunya sendiri. Demi menutupi kewarasan Arlan yang di ujung tanduk, sebuah kontrak Double Cover disepakati. Di depan media, Naya adalah asisten pribadi Arlan agar punya alasan logis tinggal satu penthouse. Di depan keluarga Naya, Arlan adalah pacar pura-puranya. Namun, saat genggaman tangan karena ketakutan itu perlahan berubah menjadi pelukan posesif di tengah malam... mampukah mereka bertahan hanya pada selembar kontrak bisnis semata?

More details
WpActionLinkContent Guidelines