Wrong In His Eyes

Wrong In His Eyes

  • WpView
    přečtení 53
  • WpVote
    Hlasy 19
  • WpPart
    Části 5
WpMetadataReadDokončeno úte, pro 2, 2025
WpInfo
Fikce
Fantasy
Saat semua orang melihatnya sebagai masalah, hanya satu pasang mata yang menangkap kebenaran. Namun kebenaran itu justru menjadi awal dari kekacauan-karena tidak semua yang tampak salah, benar-benar salah. Dan tidak semua yang terlihat benar, sepenuhnya suci. Wrong In Eyes adalah kisah tentang persepsi yang keliru, luka yang tersembunyi, dan pilihan yang mengubah segalanya.
Všechna práva vyhrazena
#76
menyakitkan
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Sin of The Villainess
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • The Doctor Beyond the Kingdom

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu