We Loved Too Late

We Loved Too Late

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2025
Asya Latief menyukai Rayanza Arief sejak hari pertama ospek. Namun rasa itu hanya hidup dalam diam, dari jauh, dari balik keramaian kampus yang selalu menempatkan mereka di dunia berbeda. Asya memilih mengagumi tanpa berharap, karena ia merasa dirinya terlalu biasa untuk seseorang seperti Rayanza. Rayanza, sosok misterius yang dikagumi banyak "perempuan" baru menyadari keberadaan Asya ketika semuanya sudah hampir terlambat. Saat ia mulai jatuh hati, Asya justru telah berusaha melupakan perasaan yang ia jaga bertahun-tahun. Mereka saling menyukai. Mereka saling menunggu. Tapi tidak pernah pada waktu yang sama. Ini adalah tentang cinta yang datang... tapi terlambat.
All Rights Reserved
#186
emotional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines