Lately [Part 1]

Lately [Part 1]

Season 1 of 3
  • WpView
    MGA BUMASA 750
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 200
WpMetadataReadKumpleto Fri, Jun 5, 2026
[Part 1] Ketika orang yang Celeste cintai sejak SMP datang kembali saat ia sudah menikah dengan orang lain, apakah Celeste bisa berpaling kembali? *Republish dari Joylada Indonesia, 2021.
All Rights Reserved
#789
admirer
WpChevronRight
Series

Lately

  • Season 1
    200 parte
  • Lately [Part 2]
    Season 2
    59 mga parte
  • Ashadra's Queen
    Season 3
    117 parte
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic FiancΓ©e

Ngintip doang nih? πŸ˜— πŸ”ž "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman