Berakar pada kesombongan dan perjanjian gelap, Landep mengisahkan tragedi yang menimpa keluarga Juragan Dasum. Kekayaan Dasum berasal dari pesugihan dengan entitas gaib penunggu pohon beringin, yang menuntut tumbal nyawa berkala. Putrinya, Kinasih, tumbuh menjadi gadis cantik namun berlidah tajam (landep), yang hinaannya pada petani miskin, Jatmiko, secara langsung atau tidak langsung menyebabkan kematian pria itu.
Dipicu dendam atas kematian ayahnya, Parman mencari bantuan Nyi Laras, seorang dukun sakti. Melalui ritual Sambat Asmoro (di versi lain disebut Santet Tancap Sabda), mereka mengirim guna-guna mengerikan yang membuat Kinasih memuntahkan benda-benda tajam, sebagai balasan atas kata-katanya. Penjaga pesugihan Dasum mencoba melawan namun kalah (atau musnah), meninggalkan keluarga itu tanpa perlindungan gaib.
Dalam keputusasaan, Dasum, atas saran kuncennya, Wa Bolod, merekrut Murniati-seorang janda miskin dengan seorang putra kecil, Dimas-sebagai perisai gaib (pager ayu). Murniati diminta berjaga di kamar Kinasih setiap malam. Sementara itu, istri Dasum, Titin, menjadi korban serangan gaib sekunder (Gendam Asih) dan jatuh dalam kegilaan permanen.
Sebagai upaya terakhir, Wa Bolod melakukan ritual berbahaya Pamatri Jiwo, mengirim jiwa Murniati ke alam gaib untuk menghancurkan sumber santet. Di sana, Murniati menemukan arwah Jatmiko yang tersiksa menjadi inti kekuatan santet sekaligus segel. Melanggar pantangan demi welas asih, Murniati membebaskan Jatmiko. Tindakan ini berhasil mematahkan santet pada Kinasih, namun merusak pembatas alam dan menjebak jiwa Murniati di Alam Ambang.
Sebuah entitas baru yang mengerikan, Grogotsukmo (Sang Penggerogot Jiwa), muncul dari celah itu dan mengklaim jiwa Murniati. Grogotsukmo menyiksa Murniati secara psikologis dengan menyerang Dimas di dunia nyata. Wa Bolod mencoba menyelamatkan Murniati melalui Meraga Sukma namun gagal menariknya kembali sepenuhnya.
All Rights Reserved