Story cover for Inferiority Complex  by star_sun04
Inferiority Complex
  • WpView
    Reads 3,207
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 3,207
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Nov 17, 2025
2 new parts
'Ga, kamu pernah berjanji, seandainya diusia dewasa aku belum menikah, atau nggak ada pria yang bisa aku nikahi, kamu bilang, kamu yang akan menikahi ku. Apa janji itu masih ... berlaku?' 

Aretta membaca pesan itu di ponsel suaminya. Pernikahan yang baru berjalan satu tahun yang Aretta rajut penuh cinta bersama Auriga, terombang badai saat perempuan dimasanya datang dan menagih sesuatu yang suaminya janjikan.
All Rights Reserved
Sign up to add Inferiority Complex to your library and receive updates
or
#131sedih
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Unwanted Vows cover
RADEN cover
Last Landing cover
KEEGANALA: Enemies to Lovers cover
Love Maze cover
Merciless Ex Obsession cover
JAGAD SEMESTA (HIATUS)  cover
Second Sight cover
Hello Mr. Admoejo cover
Benang merah  cover

Unwanted Vows

39 parts Ongoing

Pernikahan yang didasari atas mandat orang tua membawa Pradipta dan Naysila ke dalam sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Di hadapan Rayden dan Alden, mereka adalah potret orang tua sempurna yang melimpahkan kasih sayang tanpa celah. Namun, begitu pintu kamar tertutup dan suara tawa anak-anak menghilang, kemesraan itu menguap begitu saja, menyisakan keheningan yang menyesakkan dan jarak yang tak kasat mata. ​Pradipta merasa dua putra sudah lebih dari cukup untuk meneruskan garis keturunannya, sekaligus menjadi batas akhir dari kewajibannya sebagai suami dalam ikatan tanpa cinta ini. Dia mengunci rapat hatinya, memastikan tidak ada lagi ruang untuk kehadiran baru yang bisa memperumit keadaan. Baginya, komitmen mereka hanyalah sebatas membesarkan anak, bukan untuk saling memiliki seutuhnya. ​Naysila bertahan dalam dinginnya sikap sang suami dengan ketulusan yang sulit dinalar, mencoba menelan pahitnya penolakan demi keutuhan rumah tangga yang mereka bangun di atas fondasi rapuh. Namun, takdir memiliki rencana lain yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Satu kelalaian membawa mereka pada kenyataan yang paling dihindari oleh Pradipta. Garis dua pada alat uji kehamilan itu menjadi awal dari babak baru yang penuh ketegangan, memaksa keduanya untuk menghadapi rahasia yang selama ini terkubur di balik sumpah yang tidak pernah diinginkan. [Don't copy my story!]