Justice Noire (On Going)

Justice Noire (On Going)

  • WpView
    Membaca 3,793
  • WpVote
    Vote 181
  • WpPart
    Bab 60
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 26, 2026
[Psychological Thriller | Romantic Suspense]     Bagi Anya (23), kebebasan adalah kemewahan yang tak mampu ia beli. Lima tahun berlalu sejak tragedi di Bogor itu, namun ia tetaplah seorang penyintas yang hidup dalam trauma hebat. Seseorang dari kegelapan selalu memegang utas benang se*tortion yang mencekik lehernya. Ia hidup dalam labirin ancaman yang menuntut kepatuhan mutlak dan bungkam, atau seluruh rahasia tentang 'gadis di antara bunga mawar' akan dikuliti di bawah terangnya matahari.     Di saat Anya berjuang menjaga kewarasannya, sebuah teror berantai mulai menghantam lingkaran terdekatnya. Sang kakak tiri, Ezra (26), beserta empat sahabatnya─Nanta (26), Arsen (26), Keylo (25), dan Kaleef (24)─tiba-tiba terseret ke dalam pusaran kegilaan yang sama. Teror berantai berupa kotak hitam berisi benda-benda nostalgia yang mengerikan dan kotak putih misterius mulai berdatangan.     Setiap kiriman membawa aroma kematian dan rahasia kelam yang menuntut pertanggungjawaban. Siapakah sosok bajingan yang kini kembali untuk mengklaim Anya? Apa hubungan antara masa lalu kelam Anya dengan kotak-kotak misterius yang menghantui para lelaki di sekitarnya? Apakah mereka semua adalah target balas dendam, atau justru bagian dari konspirasi yang lebih besar?     Di tengah altar kepercayaan yang retak, Anya harus menghadapi iblisnya sendiri. Saat keadilan mulai bengkok dan cinta terasa beracun, hanya satu pertanyaan yang tersisa: ketika nurani tak lagi putih, siapakah yang benar-benar memegang kendali? Mereka yang bertahta di bawah benderang matahari, atau ia yang merajai jantung gelapnya malam sunyi?     ─── ・ 。゚☆: *.Justice Noire☽ .* :☆゚. ─── ʕ⁠っ⁠•⁠ᴥ⁠•⁠ʔ⁠っ [21+] TRIGGER WARNING!! ✓ Cerita ini mengandung unsur 21+ yang dapat memicu trauma dan ketidaknyamanan! ✓ Tidak disarankan untuk individu di bawah umur! ✓ Bijaklah dalam membaca! Tahun publish : 11/2025 Tahun selesai : ─
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan