Pernahkah kalian membenci satu karakter fiksi sampai rasanya ingin masuk ke dalam novel dan mencekiknya sendiri? Jaenab-atau yang biasa dipanggil Jeje oleh teman-temannya-merasakan hal yang sama. Ia baru saja menghabiskan sisa malamnya untuk menghujat habis-habisan karakter paling menyebalkan dari sebuah novel transmigrasi yang sedang ia baca. Sialnya, semesta sepertinya salah mengartikan kekesalan Jeje sebagai sebuah jalur undangan. Saat terbangun, Jeje tidak berada di kamarnya, melainkan di ranjang mewah milik karakter yang semalaman ia sumpah serapahi! Kini, dengan jiwa yang terjebak di tubuh yang paling ia benci, Jeje harus memutar otak. Bagaimana caranya ia bertahan hidup dari alur cerita yang sudah ia ketahui akhirnya, sementara aturan dunia menginginkan alurnya berjalan sesuai dengan plot yang ada.
More details