Hujan yang Membawa (HIATUS)

Hujan yang Membawa (HIATUS)

  • WpView
    LECTURES 219
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., déc. 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Yang katanya mati, harus segera terobati. Yang disangka hilang, harus cepat pulang." Amara Shrita, Aksara Awan Ardhana, dan Langit Wiratama. Awan, dia lahir ketika hujan besar dengan angin beserta petirnya menari di atas bumi. Malaikat jatuh bersama rintiknya, lalu merenggut nyawa sang Bunda layaknya seutas benang sutra secara perlahan. Alasan abadi mengapa kakaknya, Mahesa, membencinya. "Awan, hidup dengan cinta, ya?" Namun nyawa untuk nyawa. Langit, awalnya selalu dimanja ketika ia masih kecil. Sampai ia mempunyai seorang adik perempuan yang merenggut segala kasih sayangnya. Tuntutan untuk menjaga saudaranya itu semakin berat pula, karena ketidaksengajaan sewaktu hujan datang dulu. Sedangkan Amara? Sederhananya, dia hanyalah pencinta hujan dan obsesi dengan nilai sempurna. Tapi tidak semuanya akan terkabul. Hujan pasti akan kembali datang menagih yang ia cari, maka... Siapakah di antara mereka bertiga yang akan tetap bertahan raganya? Atau tiga-tiganya malah berakhir hidup tanpa rasa? Karena langit mempunyai cerita, awan yang mengirim dalam bentuk hujan. 💥 P.S: Cerita mempunyai hak cipta. Siapapun yang mengambil dan mempublikasikan ulang cerita ini tanpa izin saya, maka saya melaporkannya langsung. Terima kasih, AND TENKYUUUUUUU (≧∇≦)/ 🌟 (Jangan jadi ghost reader, ya? Aku minta votenya ☝🏻𐔌՞ ܸ.ˬ.ܸ ՞𐦯)
Tous Droits Réservés
#95
childhoodfriends
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu