Sahabat Tapi Egois

Sahabat Tapi Egois

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 18, 2025
Synopsis singkat : Lusy selalu percaya bahwa persahabatan adalah tentang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Namun ketika sahabat terdekatnya mulai dekat dengan orang lain, perasaan cemburu perlahan muncul dan membuat Lusy terlihat egois di mata sahabatnya sendiri. Hubungan mereka mulai renggang, penuh salah paham, dan tanpa disadari membangun jarak yang semakin melebar. Puncaknya terjadi saat Lusy menemukan sebuah buku diary lain milik sahabatnya yang selama ini disembunyikan darinya. Dari situlah Lusy mengetahui ada hal-hal yang sengaja ditutupi darinya, luka yang tak pernah diceritakan, dan kata-kata yang membuatnya merasa seperti orang asing dalam hubungan yang ia pertahankan selama ini. Kini Lusy harus memilih mempertahankan egonya, atau berani mengulurkan tangan untuk memperbaiki persahabatan yang hampir hancur. Untuk para pembaca : Semoga kalian menikmati perjalanan emosi dalam cerita ini, tentang cemburu yang tak terucap, kejujuran yang tertunda, dan persahabatan yang diuji oleh rasa yang sering kali sulit dijelaskan. Semoga setiap halaman membawa kalian lebih dekat pada para tokohnya, membuat kalian mengingat seseorang yang pernah begitu berarti, atau bahkan menemukan diri kalian sendiri di antara kata-kata ini. Terima kasih sudah membaca, semoga kisah ini meninggalkan jejak hangat di hati kalian.
All Rights Reserved
#853
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines