SERAPHINA DEL LUNA 1989

SERAPHINA DEL LUNA 1989

  • WpView
    Leituras 38
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, nov 18, 2025
20 Maret 1989, Kamis. Hujan mengguyur kota dengan derasnya, membasahi jalanan dan membuat suasana di kafe itu terasa dingin. Di dalam, suara dering telepon memecah keheningan. Seorang wanita dengan rambut hitam panjang dan mata sebiru langit, Aurora Seraphina Luna, mengangkat telepon. "Halo, aku akan pulang jika hujannya sudah reda," ucap Luna, pandangannya menerawang ke luar jendela yang berembun. Luna adalah pemilik toko kue kecil bernama Seraphina del Luna, yang ia dirikan bersama sahabatnya sejak kecil. Toko itu adalah warisan keluarga Luna, dan Luna adalah generasi terakhir yang bertanggung jawab atasnya. Kafe tempat ia berada saat itu adalah tempat favoritnya untuk menunggu hujan reda, sebuah tempat yang tenang dan nyaman. Setelah menunggu cukup lama, hujan akhirnya mereda. Luna mulai membereskan barang-barangnya. Ia berjalan ke kasir untuk membeli secangkir kopi panas, lalu keluar dengan ponsel di tangannya, matanya terpaku pada layar. Ia sedang menunggu pesan dari seseorang. Tiba-tiba, ia menabrak seorang pria berjas hitam. Matanya yang berwarna cokelat gelap menatap Luna, membuatnya terpana. "Oh, tidak! Apa kau baik-baik saja?" Luna panik, melihat pria itu meringis kesakitan. Insiden itu menjadi awal dari pertemuan tak terduga. Luna, dengan rasa bersalah, berusaha menolong pria itu. Mereka duduk di meja, dan Luna dengan sigap meminta pelayan membawakan air es untuk mengompres tangan pria itu. Setelah beberapa saat, luka di tangan pria itu sedikit membaik. Pria itu mengucapkan terima kasih atas bantuan Luna. Sebagai balasan, Luna menawarkan diri untuk mencuci jas pria itu yang terkena noda kopi. Pertemuan singkat itu diakhiri dengan Luna memberikan kartu namanya. Pria itu, dengan tatapan penuh tanda tanya, bergumam, "Seraphina del Luna..." Sebuah pertemuan yang meninggalkan kesan mendalam, membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan yang belum terungkap.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo