MEMBISU

MEMBISU

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Anne Robert, perempuan berdarah campuran. Keturunan Belanda dan juga pribumi (Indonesia) Dirinya terlahir di tahun 1930 di mana negeri yang ia tinggali, masih sepenuhnya di kuasai bangsa Ayahnya. kehidupan Anne semasih kecil, penuh dengan kasih sayang. hingga Anne menyadari satu hal yang cukup mengganjal. Ibunya (selir) atau istri kedua, dari seorang petinggi Belanda, yaitu ayahnya sendiri, Robert Sander. menjadi gila, dan akhirnya bunuh diri. membuat Anne yang penuh kekurangan, mengulik luka yang tak seharusnya ia ketahui. dan menjadi perempuan yang paling kesepian, kala itu. hingga tahun ke tahun, di masa remajanya, ia di perbolehkan keluar dari jeruji megah yang mengurungnya, di mana tahun pondasi menguatnya warga pribumi. Tahun 1945 (masa kemerdekaan) dirinya di jadikan temeng keluarga, dengan embel-embel masih memiliki darah pribumi. bagaimana kah, Anne menjalani kehidupannya? baca ceritanya okeehh!!! rizqiya_zulfa
All Rights Reserved
#31
pribumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines