Raga adalah keheningan yang berjalan. Dunia Raga adalah tentang menjaga jarak, tentang rasa hampa yang tak ingin ia bagi. Semua berubah saat suatu malam, di tengah keramaian kafe, ia melihat Hanna. Seorang gadis yang naik ke panggung, memeluk gitarnya , dan bernyanyi dengan suara lembut tentang seseorang yang pulang ke dirinya sendiri.
Pertemuan mereka berulang, di tengah hujan , di antara rak-rak toko buku yang aman, atau di bangku taman yang sepi. Raga menemukan ruang bernapas dalam diri Hanna, dan Hanna menemukan seseorang yang mengerti kesepiannya.
Namun, di tengah benih perasaan yang baru tumbuh, Raga dihadapkan pada pilihan, kesempatan besar untuk karirnya di Bali. Kepergian yang sementara terasa seperti kehancuran bagi Hanna. Dilukai oleh masa lalu, Hanna meyakini bahwa lebih baik berhenti sebelum ditinggalkan.
"Aku takut kehilangan kamu," bisiknya. "tapi aku juga takut berharap kamu jadi tempat pulang."
Maka, mereka berpisah bukan karena tidak saling cinta, tetapi karena ketakutan kadang lebih kuat dari yang bisa dijelaskan dengan kata-kata. Raga pergi, dan Hanna memutuskan hubungan , meninggalkan Raga pada penyesalan yang datang sebagai gerimis yang tidak berakhir.
Sebuah kisah tentang dua jiwa yang sama-sama rapuh, menemukan tempat singgah sesaat, lalu dipaksa belajar bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan berakhir sebelum sempat menjadi utuh.
Tous Droits Réservés