Menjadi Umpan Meriam!?

Menjadi Umpan Meriam!?

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 21, 2025
Kanaya Ataya, baru saja lulus SMA dengan predikat no. 1 Nasional, kehidupan yang sederhana dan menjadi anak tengah membuatnya merasa cukup dan terkesan biasa-biasa saja. Saat sedang memberi makan kucing oren, ia mendapati dirinya menjadi Tiana Atna Wijaya. Tiana, anak satu-satunya pasangan konglomerat, hidup bergemilang harta namun kurang kasih sayang. Setiap harinya dihabiskan dengan foya-foya dan penyalahgunaan kekuasaan. Ketika Tiana terbangun di suatu pagi, ia mendapati dirinya hanyalah umpan meriam, batu loncatan bagi pemeran utama perempuan yang dilahirkan kembali. Tiana yang sudah tau akhir dirinya, menyerah dan tidak ingin melanjutkan hidupnya. Bagaimana dengan Kanaya yang tidak tau apa pun, bagaimana ia menjalani kehidupannya sebagai Tiana? Dan bagaimana dengan Tiana?
Todos los derechos reservados
#29
ceritaringan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido