Merajut Rindu

Merajut Rindu

  • WpView
    LETTURE 459
  • WpVote
    Voti 258
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mar 9, 2026
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
❗Tinggalkan jejak agar keberadaanmu terdeteksi❗ "Saya rasa benda sepenting ini tidak boleh tertinggal. Karena, untuk merajut, kita perlu jarum dan waktu yang abadi." Sial, kalimat itu muncul lagi di benakku. Apakah kamu merindukanku, Aksa? Aku sadar, kita sekarang hidup di alam yang berbeda. Kamu dengan kehidupan yang abadi, dan aku harus rela melepasmu. Selamat tinggal, Aksa. Kamu telah mengajarkanku cara merajut rindu dengan kesabaran dan ketelatenan. Yang awalnya hanya semu, kini rasa itu abadi. Salam hangat dari bumi, Alena.
Tutti i diritti riservati
#17
merajut
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti