Tiga Hari di Tempat yang Sama

Tiga Hari di Tempat yang Sama

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 19, 2025
Empat sahabat Laras, Ina, Putra, dan Dimas berniat menjelajah sebuah air terjun tersembunyi yang belum banyak kunjungi orang. Awalnya, semuanya terasa seperti petualangan biasa: menyusuri sungai, tertawa, dan menikmati alam. Namun semuanya berubah ketika jalan pulang seakan menghilang. Waktu berjalan aneh, alam menjadi sunyi, dan rasa panik mulai merayap perlahan. Tiga hari mereka terjebak di hutan yang sama, berulang kali kembali ke titik semula. Ketakutan dan keputusasaan sempat menyelimuti, tetapi rasa kebersamaan membuat mereka bertahan. Hingga akhirnya, sebuah kesadaran muncul mereka tidak benar-benar tersesat. "Tiga Hari di Tempat yang Sama" adalah kisah tentang petualangan, kekeliruan, dan bagaimana pikiran bisa menciptakan labirin yang lebih rumit dari kenyataan. Cerpen ini mengajak kita untuk melihat ba
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Drama di Pintu Kosan
  • Chana's Transmigrasi
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • Change The Plot (Niel)
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines