Hostel Junior school

Hostel Junior school

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 19, 2025
Aisy : "Key.. kenapa lo bisa kayak gini..?" Keyshia : "Sorry.." Aisy Melihat Kecewa betapa dia melihat teman sedekat, menjadi membunuh psikopat yang terbunuh oleh teman sekelasnya. Keyshia tidak harus bagaimana mengakui kalo dia sadar dalam alam nya.. Apakah keyshia akan membunuh aisy..? atau mungkin memberitahu jangan kasih ke siapa-siapa.. Jangan lupa follow sayaa.. teman-teman makasiee sudahh mendukung sayaa.. Terima kasihhh..🙌🏻🙌🏻
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • Sukma Lara [END]
  • TAKDIR DIO HANIM
  • Hah!Dukun?
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines