"Menjadi bayangan adalah mudah... yang sulit adalah menjadi diri sendiri."
Blaze Atmadja tumbuh sebagai sosok yang selalu dibandingkan, selalu diukur, dan selalu diarahkan untuk menjadi kembarannya. Ia berjalan di jalur yang bukan miliknya, memikul nama keluarga yang terasa terlalu berat untuk disandang.
Dalam kesunyian malam, Blaze pernah berbisik pada dirinya sendiri.
"Aku tidak tahu siapa diriku tanpa jejaknya."
Di dalam batin, jawabannya lebih jujur.
'Aku hanya ingin sekali saja dianggap cukup.'
Namun tekanan membuatnya menjauh dari orang-orang yang peduli.
"Blaze, kau tidak harus seperti ini," ucap Solar dengan nada khawatir.
Blaze hanya tersenyum pelan.
"Aku tidak punya pilihan."
Ia terus berjalan, meski langkahnya makin goyah.
Antara harapan, luka, dan pencarian jati diri-Blaze mulai mempertanyakan segalanya.
Siapa dirinya sebenarnya?
Dan sampai kapan ia hidup dalam bayang-bayang orang lain?
"𝙆𝙖𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙡𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙮𝙪𝙢𝙢𝙪, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙠𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙡𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙢𝙪.
✦ Note:
• Season 2 dari A Voice Unheard
• Genre: Drama • Psychological • Friendship
• Ditulis oleh: @only_asyakh
• Cover: @Fishe (on pin)
• Mengandung tema tekanan keluarga, kehilangan diri, dan perjalanan batin.
Seorang light dirgantara yang menurut dirinya sendiri hidupnya selama ini biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa di hidupnya. Tapi kemudian kehidupan light berubah karena dia tampa sengaja bertransmigrasi ke tubuh seorang anak bungsu di keluarga Arsyanda.
Sebuah keluarga yang kembali bersatu setelah lama berpisah, dan keluarga ini di depan publik sangatlah harmonis sehingga membuat keluarga lain iri.
Dan sialnya light bertransmigrasi ke tubuh bocah yang bernama Solar Marshel Arsyanda, yang sering di panggil Solar si bocah manja dan keluarganya sering acuh tak acuh ke dirinya karena sikapnya yang menyebalkan.
Ingin tau kehidupan light di tubuh solar? apakah light akan memperbaiki hubungan si 'solar' dengan keluarganya? atau menikmati hidup barunya di tubuh solar?