"If I Am Not Here" mengikuti perjalanan Zahra, anak kedua dari keluarga sederhana yang dibesarkan dalam bayang-bayang tuntutan dan kenyataan pahit. Ayahnya seorang buruh, ibunya ibu rumah tangga yang kemudian jatuh sakit dan mengalami skizofrenia, sementara kakaknya, Rigel, selalu menjadi anak yang dibanggakan-pintar, kuat, dan menjadi tempat Zahra berlindung.
Saat ibunya mulai sering berhalusinasi dan bertengkar dengan ayahnya di malam hari, Zahra tumbuh dalam ketakutan yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Kenangan paling hangat sekaligus paling menyakitkan adalah ketika Rigel menutup telinganya sambil berkata, "Jangan dengar, Ra. Kamu aman."
Tiga tahun berlalu dalam kekacauan yang sama. Rigel menikah dan membangun hidupnya, meninggalkan Zahra sebagai anak tertua yang harus menjaga adiknya, Amelia. Ketika ia lulus SMA, hidup membawa Zahra pada persimpangan besar-kuliah atau bekerja. Di tengah pesimisme dan keterpurukan ekonomi, satu cahaya kecil muncul: Rigel berjanji akan membiayai kuliahnya.
Di waktu yang sama Zahra mendapat berita bahwa dirinya diterima di sebuah universitas negeri di pulau Jawa, saat itu hidupnya yang sempat terhenti seperti mulai bergerak lagi. Tapi perjalanan menjadi dewasa tidak pernah mudah. Novel ini mengisahkan pergulatan batin, pertumbuhan, dan keberanian seorang anak perempuan yang mencoba tetap "ada", meski dunia berkali-kali membuatnya ingin menyerah.
Todos los derechos reservados