Lapangan padel itu berdir denagan dinding kaca setinggi bahu, memantulkan cahaya matahari sore yamg menmbus sela-sela bangunan modern klub tersebut. Suara pantulan bola mengema dari segala arah, berpadu dengan sorakan kecil dari pemain amatir hingga influencer yang mmenuhi arena. Aroma rumput sintesis bercampur dengan angin lembut, membawa suasana kompetitif namun hangat. Salsa berdiri di tengah Court, raket di tangan, rambutnya terikat rapi. DI sisi lapangan, Ardi menatap dengan senyum tenang, sementara Wuri dan Azkah bergantian menyemangatinya. Di ujung lapangan, Davina Karamoy berdiri tegak seperti bayangan kekuatan, menunggu momen berikutnya untuk melontarkan bola
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang