Koma | Puisi

Koma | Puisi

  • WpView
    Reads 568
  • WpVote
    Votes 367
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 29, 2025
WpInfo
Poetry
📖 KOMA: Seni Menulis Ulang Definisi Sakit jika hidup adalah sebuah kalimat, di manakah letak jeda yang paling menyakitkan? KOMA adalah jawaban puitis terhadap dunia yang terlalu cepat memberi label. Ini adalah pembelaan diri seorang pejuang yang dituduh malas, pengakuan seorang penyintas yang didera janji kosong, dan upaya terakhir untuk menjaga api jiwa dari pengikisan penyakit dan ketidakpahaman. Setiap puisi adalah jeda yang diperlukan. Setiap jeda adalah langkah menuju penyembuhan. Bersiaplah, karena setelah pertarungan dengan diri sendiri, babak berikutnya akan mengungkap benang rapuh dari sebuah kasih yang juga menanti untuk dilanjutkan. © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.
All Rights Reserved
#855
poem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Rembulan Yang Sirna
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My Wish
  • Semua Memukul (✅)
  • poem

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines