Jembatan Bernama OYIN

Jembatan Bernama OYIN

  • WpView
    Reads 4,958
  • WpVote
    Votes 606
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2026
"Jembatan Bernama Oyin" ketika masa lalu mengetuk kembali di waktu yang tak disangka, dua hati yang pernah patah dipertemukan oleh satu jiwa kecil yang tak pernah tahu apa itu perpisahan. Manuel Zevandro Caltherion-lelaki yang pernah pergi dengan luka dan kembali dengan penyesalan, tak berniat mengulang, tapi ingin menebus. Erinelle Valeska Aurelliane-perempuan kuat yang membesarkan cinta sendirian, menyembunyikan luka di balik senyum hangat untuk anaknya. Dan Oyinea Mareva Caltherion, gadis kecil yang polos namun berani, menjadi alasan bagi dua hati dewasa untuk saling melihat kembali. ini bukan kisah tentang kembali ke masa lalu. tapi tentang menemukan arah baru, meski dengan luka yang belum sepenuhnya sembuh. sebuah cerita tentang maaf, tentang kesempatan kedua, dan tentang pulang-bukan ke rumah, tapi ke hati yang dulu pernah ditinggal. karena kadang, cinta tidak kembali untuk diulang. tapi untuk diperjuangkan ulang.
All Rights Reserved
#536
olinejkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • desa kawitan [END]
  • Secret Relationship
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • ELIAN ✓
  • Auto Save!
  • ELION (bl)
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines