Antologi: Titik-Titik Retak

Antologi: Titik-Titik Retak

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 19, 2025
[ Antologi: Titik-titik Retak ] Di setiap manusia, selalu ada sesuatu yang bergejolak. Entah itu luka yang tidak sembuh, kenangan yang ditolak, atau bisikan dalam kesunyian. Antologi ini adalah kumpulan kisah singkat. Tentang momen-momen ketika hidup berguncang, dan sesuatu yang muncul dari setiap retakan. Disinilah luka bicara, dibalik pintu yang tertutup rapat. Diantara bayangan yang merayap di dinding, dalam hati yang ingin sekali menyerah-ada ketidak seimbangan yang menuntut untuk dilihat. Dan setiap cerita dalam buku ini, menelusuri guncangan yang mungkin tercipta. Ini bukan tentang kegelapan. Ini tentang apa yang tersisa setelahnya. Gejolak batin, kejatuhan moral, percikan keajaiban, ketakutan yang berbicara, hingga kekuatan manusia untuk tetap bertahan, meski hilang alasan. Selamat datang disebuah dunia dimana, setiap kegaduhan memiliki wujudnya. Dan setiap guncangan menyimpan kisahnya. Mari, melihat bagian terdalam diri. Dan jika kau mendengar gemuruh itu, mungkin sudah waktunya membuka halaman pertama. Tertanda Minminki November, XIX MMXXV
All Rights Reserved
#78
darkfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines