Hero Galaxy | BoBoiBoy × OC | On Going

Hero Galaxy | BoBoiBoy × OC | On Going

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
petualangan seorang Hero Galaxy, bersama BoBoiBoy "kalau tak jumpe korang, entahlah macemane hidup aku" "amboiii dah sehat ke? " "sampai bile..? kenape macem ni?.. lagi.. lagi.. " "TAK YAH MEREPEK LAH, AYAHANDA HIDUP LAGI NI" "terimakasih banyak... aku sentiase ingat sampai bile bile" "diakhir cerite kite nanti.. jadilah yang pertama dan terakhir ye? " @cerita dari khayalan penulis
All Rights Reserved
#258
tapops
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • adik ipar cantik
  • Abo Desire
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke's Red String
  • Just let me live, Duke!
  • The Unwritten Lady

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines