KAMU DAN DO'AKU

KAMU DAN DO'AKU

  • WpView
    Membaca 75
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 30, 2025
Sebuah melodi sunyi dimainkan dalam hati,untuk seseorang yang tak pernah mendengar nadanya.Ini adalah kronik tentang mengagumi dari kejauhan,dan perjuangan antara melepaskan atau bertahan pada harapan semu... Apakah aku bisa memenangkan pertarungan do'a yang sedang melangit disana... Dan apakah kau akan menjadi milikku ataukah akan menjadi milik orang lain... Entahlah aku tidak tau,tapi apapun akhir dari cerita ini nanti,semoga do'a dan takdir berpihak kepadaku,karena sebaik²nya mencintai adalah mendo'akannya... Aku akan selalu menunggumu hingga tuhan memberikan jawaban atas do'a yang selalu kulangitkan.Entah itu akan berakhir dengan bahagia ataukah sebaliknya... Aku harap apapun akhir dari cerita kita, semoga tuhan selalu menjagamu, melindungimu dan semoga kau selalu diberikan kebahagiaan,Amiiin... Dan sampai jumpa,semoga kita dipertemu kan kembali diversi terbaik menurut takdir dan tuhan...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#839
bertahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan