Rumah Terapi Hati
Rumah Terapi Hati
Mereka datang membawa cerita, luka, dan masalah masing-masing. Ada yang mengejar mimpi, melawan masa lalu, atau sekadar mencari tempat untuk pulang.
Di tengah semuanya, berdirilah Rumah Terapi Hati milik Babeh Abi-kos yang tak pernah benar-benar sepi.
Bang Tavi, Bang Ang, Mas Rava, Valya, Bang Dana, Varen, Raja, Ko Cen, Luck, Ko Yuvin, Sas, Ge Nara, dan Ryan memenuhi setiap sudutnya dengan tawa, keributan, kekonyolan, juga tangis yang jarang terlihat.
Dan di antara mereka ada Mas Rava.
Pria tenang yang kamarnya selalu terbuka, menjadi tempat siapa pun beristirahat ketika dunia terasa terlalu bising. Ia tidak banyak bertanya, tidak memaksa seseorang bercerita-cukup hadir, mendengarkan, dan membuat orang merasa aman.
Karena bagi mereka, Mas Rava bukan sekadar penghuni kos. Ia adalah tempat untuk pulang ketika hati sudah terlalu lelah.
Mereka mungkin tak mampu menyelesaikan semua masalah satu sama lain.
Namun mereka selalu punya satu kalimat untuk dibawa pulang-
"Kalau dunia sedang tidak berpihak padamu, pulanglah. Kita hadapi bersama."
Sebab terkadang, rumah bukan sekadar tempat tinggal.
Rumah adalah tempat luka perlahan sembuh, kesedihan berubah menjadi tawa, dan orang-orang asing tumbuh menjadi keluarga.