Don't Go, Please?

Don't Go, Please?

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 21, 2025
Leonel Valerius, pria manis yang sangat menyukai hal hal mengenai dunia fiksi, Leonel sering sekali pergi ke perpustakaan di pusat kota yang lumayan jauh dari rumahnya. Ia pergi kesana tidak hanya untuk membaca novel atau komik namun juga Leonel pergi belajar ke sana. Arjuna Thorne Moonveil, pria tampan yang berusia 22 tahun itu baru saja pulang dari Rusia, sudah 17 tahun ia berada di sana, ayahnya memang orang Rusia dan dulu ia memang pernah tinggal di Korea tetapi ia pindah ke Rusia karna permasalahan keluarga ayahnya yang harus di urusi, hal itu membuat Arjuna terpaksa meninggalkan sahabat kecilnya. (hi guyss, jadi di sini nama mereka full inggris gak Korea karna asal ayah ato ibu mereka tuh bukan dari Korea, kalo ibunya Leonel itu dari Italia dan ayah Arjuna dari Rusia.... btw umur Leonel 23 tahun, jadi Leonel lebih tua 1 tahun dari Arjuna) JANGAN MENIRU BOOK INI, BOOK INI MURNI DARI PIKIRAN AUTHOR DAN TIDAK MENIRU ORANG ORANG SAMA SEKALI, SEKALI LAGI MOHON UNTUK TIDAK REPOST TANPA IZIN AUTHOR DAN DI LARANG MENIRU ATAU TERINSPIRASI DARI BOOK INI, TERIMAKASIH.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines