Tatap yang Tak Sengaja

Tatap yang Tak Sengaja

  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 22, 2025
Arsen, siswa kelas XI yang dikenal sebagai bintang tim basket sekolah, selalu terlihat dingin dan cuek. Baginya, hidup hanya soal latihan, pertandingan, dan menjaga nama tim tetap di puncak. Sementara itu, Naya adalah siswi baru yang ceria namun keras kepala. Ia tidak suka keramaian dan benci cowok yang merasa dirinya hebat hanya karena populer. Pertemuan pertama mereka bukanlah hal yang indah-Naya tanpa sengaja menabrak Arsen di koridor, membuat bola basketnya jatuh dan memantul keras hingga mengenai jendel­a. Sejak saat itu, keduanya seperti api dan bensin-sedikit saja tersulut, langsung meledak dalam adu argumen. Namun, sebuah tatap yang tak disengaja di lapangan saat senja mulai menggeser segalanya. Arsen yang selalu fokus tiba-tiba kehilangan konsentrasi saat mata mereka bertemu. Naya yang biasanya cuek pada anak basket mulai merasakan jantungnya berdebar tanpa alasan. Mereka masih sering bertengkar... tapi ada sesuatu yang berbeda di balik sorot mata itu. Sesuatu yang pelan-pelan muncul tanpa pernah mereka rencanakan. Karena kadang, cinta datang bukan dengan senyuman manis-tapi lewat tatap yang tak sengaja.
Todos los derechos reservados
#297
arsen
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • The Time
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido