Crazy Over You(gxg)

Crazy Over You(gxg)

  • WpView
    Reads 22,744
  • WpVote
    Votes 2,073
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2026
"Hanya denganku, tidak boleh ada yang lain!" Gracie hanya bocah sederhana yang tiba-tiba diklaim oleh wanita 'gila' yang sialnya kaya raya! |ROMCOM-GXG|✓ _____ GXG( LESBIAN) Note: Jangan salah lapak!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tanpa Kata
  • Rasa Sakit Demi Jiwa Kecil [END]
  • Lost You(Gxg)
  • Miss Princessa
  • DIPLOMASI BATAGOR
  • Queens of the Velvet Spire
  • when the universe says no
  • TOXIC! (END)
  • Trouble in You
  • Neon Hearts

"Vean? Kamu Vean kan?" Seseorang memegang lenganku dan menariknya pelan "iya, siapa ya?" Ku balikan tubuhku untuk melihat siapa orang yang mengenaliku di daerah yang terpencil dan sangat jauh ini. Seorang wanita bertumbuh tinggi, langsing, berambut panjang, berkulit putih dan bermata sipit khas suku chinese tersenyum cantik kearahku, ekspresi senangnya tidak mampu mengalahkan tatapan teduh dari wajahnya, aku sepertinya mengenalinya tapi entahlah di mana. Belum sempat dia menjawabku, terdengar panggilan dari pembawa acara di lapangan balai desa. "selamat datang untuk dokter Frian, silahkan maju ke depan dok, berikan tepuk tangan untuk dokter Frian yang akan memberikan penyuluhan hari ini" "nanti jangan langsung pulang, tunggu aku selesai ya" Wanita itu berbicara lembut kearahku, aku hanya mengangguk saja. Aku masih melamun mengingat siapa Frian. Tiba-tiba otakku menemukan nama itu, Frian dia satu angkatan denganku pada saat SMA, si jenius yang terlalu sempurna cantik, baik, sederhana, anak orang kaya, dikagumi satu sekolah, incaran semua teman laki-lakiku tidak ada kurangnya, Terlalu sempurna bahkan. Tapi entah kenapa aku selalu merasa tidak enak setiap berpapasan dengannya, mungkin aku merasa rendah diri dan terintimidasi dengan kehadirannya, kami tidak pernah bertegur sapa aku bahkan merasa heran dia masih mengenaliku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines