AGENSI CEMERLANG

AGENSI CEMERLANG

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 21, 2025
(ON GOING) Setiap manusia memiliki kisah uniknya masing- masing yang bisa membuka mata kita semua tentang keberagaman. Sama halnya dengan karyawan yang ada di Agensi Cemerlang. Setiap pagi, beberapa dari mereka datang dengan wajah muram, marah dan sedih. Namun, ada juga yang datang dengan penuh semangat, berbunga dan ceria. Kisah mereka terangkum di dalam satu cerita. Siap bertemu grup cewe Anggi, Mira, Ute, Gia dan Laras? Atau siap bertemu dengan grup cowo Hengki, Diko, Bram, Cecep, Kelvin, Jo, dan Max?
All Rights Reserved
#32
working
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Change The Plot (Niel)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • Drama di Pintu Kosan
  • Mission
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines