Edgar & Elizzha [On Going]

Edgar & Elizzha [On Going]

  • WpView
    Membaca 337
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 4, 2026
Hari pernikahan yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi kebanyakan wanita justru malah menjadi awal mula petaka dalam hidup Elizzha, demi membalas budi pada keluarga majikannya yang sudah baik pada Elizzha ia rela bertukar nasib dengan Winona yang harusnya menikah dengan pria bernama Edgar malah dirinya yang diharuskan menggantikan posisi anak majikannya itu. Surga menjadi neraka bagi Elizzha yang semenjak menikah dengan Edgar selalu mendapatkan hinaan demi hinaan juga kekerasan dari Edgar, tak hanya mengalami serangan mental, namun Elizzha juga mengalami serangan fisik secara betubi-tubi, hari ke hari pun semakin memburuk, tak menjadi lebih baik bagi Elizzha yang perlahan-lahan mulai merasakan yang namanya penyesalan. Bagai dilempar kotoran diwajahnya, Edgar pun tak akan pernah bisa melupakan hinaan yang dirinya dapat pada hari itu. Dan semenjak ia melihat wajah pucat Elizzha dihari pernikahan mereka, Edgar berjanji Elizzha harus membayar semua kerugian yang Edgar alami dengan sisa nyawa yang wanita itu miliki seumur hidup Elizzha.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan