Aether adalah definisi dari ketidakberdayaan. Dinikahi paksa oleh Massimo D'Angelo-Sang Raja Mafia yang kejam-hanya untuk dijadikan alat balas dendam. Setiap hari adalah neraka; siksaan fisik, penghinaan, dan melihat suaminya bercinta dengan wanita lain di depan matanya adalah makanan sehari-hari.
Hingga satu malam, tubuh Aether menyerah, dan jiwanya pergi.
Namun, matanya kembali terbuka. Bukan sebagai Aether yang rapuh, melainkan diisi oleh Theodore-jiwa preman jalanan yang mati konyol saat tawuran.
Theo tidak kenal takut. Theo tidak bisa menangis. Dan yang pasti, Theo tidak sudi ditindas.
Ketika Massimo mengharapkan air mata, ia malah mendapatkan ludah dan makian kasar. Ketika ia mengharapkan kepatuhan, ia mendapatkan pemberontakan liar.
Massimo bingung. Massimo marah. Tapi perlahan, Massimo sadar... ia tidak lagi menginginkan kehancuran istrinya. Ia menginginkan hati preman liar yang terperangkap di tubuh cantik itu.
Dulu Massimo adalah mimpi buruk Aether. Sekarang? Massimo hanyalah budak cinta yang rela membakar dunia demi senyum Theodore.
"Kau boleh menjadi Raja di luar sana, Massimo. Tapi di kamar ini, akulah Boss-nya."
Karina terbangun menjadi ibu protagonis dan antagonis sekaligus.
Untungnya, ia terbangun di tubuh wanita muda nan kaya-raya dan sebelum alur novel dimulai, yaitu pada saat protagonis berusia 5 tahun.