12 parts Ongoing Villoria hanyalah kerajaan kecil di ujung daratan-tenang, sederhana, dan jauh dari ambisi penaklukan. Rakyatnya hidup damai, menyayangi satu-satunya cahaya kerajaan itu
Mielle Kieran Villoria. Putra tunggal sang raja yang manis, pemalu, dan begitu rapuh hingga tak seorang pun tega meninggikannya suara.
Tak ada yang menyangka, kedamaian itu ternyata hanya ilusi yang menunggu untuk direnggut.
Suatu pagi, tanah Villoria bergetar oleh derap kuda perang. Barisan pasukan berbaju zirah dan berjubah kebesaran kerajaan muncul di gerbang, formasi mereka rapi, dingin, dan mematikan. Senjata-senjata terhunus. Tak satu pun kata diucapkan, namun ancaman terasa lebih nyaring daripada teriakan perang.
Mereka datang bukan untuk berkunjung.
Mereka datang dari kerajaan yang namanya saja cukup untuk membuat para raja menundukkan kepala-Bloodvale Kingdom.
Dalam sekejap, Villoria terkepung. Rakyat gemetar. Istana membisu. Seluruh pasukan hanya menunggu satu perintah dari sosok yang dikenal sebagai penguasa paling bengis dan angkuh di seluruh daratan.
Malvorn Cassiusvargath Bloodvale.
Dan ketika perintah itu akhirnya disampaikan, isinya jauh lebih kejam daripada peperangan mana pun.
Raja agung Bloodvale menuntut agar Raja dan Ratu Villoria menyerahkan Mielle Kieran Villoria kepadanya-untuk dinikahi, untuk dijadikan omega yang akan mengandung pewaris Bloodvale, sesuai perjanjian lama yang tak pernah benar-benar dilupakan.
Bukan tanah yang ia inginkan.
Bukan takhta yang ia incar.
Melainkan sang pangeran.
Dan sejak saat itu, tak seorang pun di Villoria tahu... apakah ini awal dari pernikahan politik, atau awal dari kehancuran yang tak bisa dihentikan.
-