SI JAGO IT

SI JAGO IT

  • WpView
    Reads 490
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Dec 2, 2025
Ia adalah sosok yang hidup dalam senyap layar, membangun dunia digital dari ribuan baris kode yang hanya ia sendiri yang mengerti. Di balik matanya yang tampak tenang, tersimpan kecerdasan yang bergerak cepat seperti aliran data yang tak pernah berhenti. Setiap ketukan jarinya di atas papan ketik seperti menulis ulang takdir-menciptakan solusi, membuka rahasia, dan menjelajahi ruang virtual yang tak tersentuh manusia biasa. Ia bukan sekadar ahli teknologi; ia adalah arsitek dalam sunyi, perumus jalan yang tak terlihat. Dunia baginya adalah teka-teki, dan ia membaca semuanya melalui celah-celah logika yang tak pernah meleset. Dalam keheningan malam, satu-satunya cahaya yang menemaninya adalah pancaran monitor yang seolah memantulkan jiwa seorang jenius yang bekerja di balik layar kehidupan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sutra & Skalpel
  • [✔] 1. DEAR J
  • Quetos Twinkling Watermelon 🍉 ✔️
  • KENTANG ☑️
  • Dierja Gentala, 1997
  • Tulisan Sastra✔
  • Kita Yang Hampir
  • Dear Haruto Vol 2 ✔
  • Titik Nol Kilometer Yogyakarta ✓
  • 20 Hari Cerita Pendek

Di abad ke-21, Angga zayyan pratama, seorang mahasiswa kedokteran semester akhir, sedang mempersiapkan diri sebelum melaksanakan UKMPPD. Suatu malam, ketika angga sedang mempelajari berbagai penyakit dalam, bedah, dan spesialisasi lainnya, perlahan rasa kantuk mulai menyerangnya. Kepalanya semakin berat, tulisan di layar hologramnya mulai buram, sampai akhirnya Angga terlelap di atas mejanya. Begitu membuka matanya, angga merasa kepalanya sedikit pusing, dengan keadaan setengah sadar tangannya meraba-raba meja mencari tablet atau bukunya. Tapi yang dia sentuh... dingin, halus, dan diukir. Angga mengerutkan kening, lalu matanya terbuka lebar. Ini bukan kamarnya. Dia terbaring di atas dipan yang mewah, dikelilingi tirai sutra. Ruangannya luas, dindingnya kayu berukir rumit, diterangi lampu minyak. "Demi...," gumamnya sambil buru-buru duduk. Hatinya berdebar kencang. 'tidak mungkin, ini hanya mimpikan !!?' Lalu matanya menangkap sebuah cermin perunggu di sisi ruangan. Dengan langkah gontai, ia berjalan mendekat. Pantulan samar-samar mulai terlihat di permukaannya yang mengkilap. Itu... bukan wajahnya. Garis rahang yang lebih tegas, rambut panjang yang disanggul, dan tatapan mata yang terlihat lebih tajam. "DIMANA INI?! BUKANKAH SEHARUSNYA AKU SEDANG BELAJAR UNTUK PERSIAPAN UKMPPD?!" Teriaknya menggema di ruangan itu, penuh rasa panik dan tak percaya. Segera ia meraih wajahnya, lalu mencubit pipinya. Sakit. Ini bukan mimpi. Seketika itu, gelombang ingatan asing menyusup ke pikirannya seperti sebuah file yang dipaksakan masuk ke dalam otaknya. Nama-nama, wajah-wajah, peristiwa... Dan dirinya... dia bukan Angga lagi. sekarang ia berada di tubuh raden Mas wijaya, pendiri kerajaan Majapahit! Kini, angga terjebak di tubuh seorang pangeran beratus-ratus tahun lalu, sementara ujian paling penting di hidupnya sebagai calon dokter tinggal hitungan hari. Bagaimana caranya untuk kembali?!

More details
WpActionLinkContent Guidelines