Story cover for Close Friend - CF  by araisamarie
Close Friend - CF
  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Nov 22, 2025
Menceritakan tentang kehidupan seorang Aqeela Aza Carissa, gadis mungil yang selalu terlihat ceria dan cerewet, si tukang ketawa paling keras di kelas, dan selalu jadi pusat perhatian dengan energi positifnya. Semua orang mengenalnya sebagai sosok yang kuat dan gak pernah kehabisan tawa.

Namun tak ada yang tahu, bahwa di balik senyumnya yang ramai, Aqeela menyimpan rahasia yang ia jaga rapat sejak lama-
rasa yang ia pendam untuk sahabatnya sendiri.

Fattah Fernandez, sahabat tinggi besar yang selalu ada dalam hidupnya sejak mereka kecil.
Teman ributnya, partner batagor, tempat pulang paling aman.
Dan tanpa ia sadari, pelan-pelan Fattah jadi lebih dari sekadar sahabat.

Tapi Aqeela memilih diam.
Karena ia takut jika kejujurannya menghancurkan semuanya.
Takut kehilangan satu-satunya orang yang sejak dulu selalu berdiri di sampingnya.
All Rights Reserved
Sign up to add Close Friend - CF to your library and receive updates
or
#83harryvaughan
Content Guidelines
You may also like
Berisik yang Dipilih by Tatyastyasa
128 parts Ongoing
Note: ini cuma fiktif belaka! Jangan dibawa bawa ke RL yaa🙏🙏 ini cuma ide absurd bukan harapan apapun🙏🙏 Berisik yang Dipilih adalah cerita AU bernuansa healing romance dan slice of life, tentang dua orang yang sama-sama terluka-bukan karena kebisingan, tapi karena terlalu lama dipaksa diam. Aqeela dikenal "berisik": cerewet, ekspresif, emosinya mudah terbaca. Di masa lalu, sifat itu justru jadi alasan orang lain meremehkan dan melukainya. Dunia berkali-kali menyuruhnya mengecil, menurunkan suara, menjadi "lebih pantas". Perlahan, Aqeela mulai mempertanyakan dirinya sendiri-apakah keberadaannya memang terlalu banyak? Harry kebalikannya. Ia pendiam, tenang, terbiasa mengamati dari jauh. Diamnya bukan karena tidak punya suara, tapi karena hidup mengajarkannya bahwa bicara sering kali tidak mengubah apa pun. Di balik ketenangannya, Harry memikul tekanan besar dari keluarganya-terutama sang kakek di luar negeri-yang terus menekankan hak waris keluarga Vaughan. Masa depan Harry seolah sudah ditentukan: tanggung jawab, nama besar, dan pilihan hidup yang tidak sepenuhnya miliknya. Di tengah semua itu, mereka sama-sama: Aqeela berusaha untuk sembuh dari trauma, Harry di dalam tekanan itu, dia mempunyai tempat bersandar untuk beristirahat. Cerita berjalan pelan, minim drama besar, fokus pada gestur kecil, kehadiran tanpa syarat, dan percakapan yang sering tak terucap. Aqeela belajar bahwa suaranya layak ada. Harry belajar bahwa diam bukan satu-satunya cara bertahan-dan bahwa memilih hidup sendiri bukan berarti mengkhianati keluarga. Di AU ini, "berisik" bukan kekurangan, melainkan bentuk keberanian. Dan cinta bukan soal menyelamatkan, tapi tentang memilih satu sama lain di tengah tuntutan yang ingin mengubah siapa diri mereka sebenarnya. NOTE : Murni ini cuma fiktif belaka yaa, jangan dibawa bawa ke RL😇😇
You may also like
Slide 1 of 9
Unwanted Vows cover
Berisik yang Dipilih cover
When We Were Us cover
Sharena Tawanan Papah cover
Bintang Untuk Narayya cover
Cinta Cowok Idaman [END] cover
DEAR FATHAN cover
Masih Kamu || HARQEEL cover
VERMISSE (Harqeel) On Going cover

Unwanted Vows

51 parts Ongoing Mature

Pernikahan yang didasari atas mandat orang tua membawa Pradipta dan Naysila ke dalam sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Di hadapan Rayden dan Alden, mereka adalah potret orang tua sempurna yang melimpahkan kasih sayang tanpa celah. Namun, begitu pintu kamar tertutup dan suara tawa anak-anak menghilang, kemesraan itu menguap begitu saja, menyisakan keheningan yang menyesakkan dan jarak yang tak kasat mata. ​Pradipta merasa dua putra sudah lebih dari cukup untuk meneruskan garis keturunannya, sekaligus menjadi batas akhir dari kewajibannya sebagai suami dalam ikatan tanpa cinta ini. Dia mengunci rapat hatinya, memastikan tidak ada lagi ruang untuk kehadiran baru yang bisa memperumit keadaan. Baginya, komitmen mereka hanyalah sebatas membesarkan anak, bukan untuk saling memiliki seutuhnya. ​Naysila bertahan dalam dinginnya sikap sang suami dengan ketulusan yang sulit dinalar, mencoba menelan pahitnya penolakan demi keutuhan rumah tangga yang mereka bangun di atas fondasi rapuh. Namun, takdir memiliki rencana lain yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Satu kelalaian membawa mereka pada kenyataan yang paling dihindari oleh Pradipta. Garis dua pada alat uji kehamilan itu menjadi awal dari babak baru yang penuh ketegangan, memaksa keduanya untuk menghadapi rahasia yang selama ini terkubur di balik sumpah yang tidak pernah diinginkan. [Don't copy my story!]