YANG TAK PERNAH TERTULIS

YANG TAK PERNAH TERTULIS

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 24, 2025
Di tengah tumpukan deadline dan panggilan revisi yang tak ada habisnya, ia mencari jeda sejenak di sudut sebuah café kecil. Hanya ingin bernapas, hanya ingin diam. Tapi ketika lagu Nadir mengalun pelan, masa lalu yang ia kira sudah diam terkubur tiba-tiba muncul kembali. Satu nama. Satu cerita yang tidak pernah tuntas. Satu rasa yang hanya tersisa sebagai gema kecil. Hari itu, lelaki yang pernah singgah di hatinya mengucap akad-bukan dengannya, tapi dengan seseorang yang kini menjadi rumahnya. Ia tersenyum melihatnya bahagia, meski dari jauh rasanya begitu asing... dan sedikit perih. Ini bukan kisah tentang merebut, atau kembali. Ini kisah tentang merelakan seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar menjadi miliknya. Tentang menerima bahwa beberapa cerita memang ditulis hanya untuk dikenang, bukan untuk dimiliki. Dan di balik setiap lembar ceritanya, ia belajar satu hal sederhana: bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki-kadang hanya berarti mendoakan dari kejauhan.
All Rights Reserved
#6
crushstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines