Stay With Him

Stay With Him

  • WpView
    Reads 605,033
  • WpVote
    Votes 23,361
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 9 hours ago
Ketika Launa Caroline Damanik tiba-tiba kembali ke masa SMA-nya, ia tahu hanya ada satu misi penting: mengubah takdir buruknya-termasuk menyelamatkan dirinya dan sahabatnya dari masa depan yang kacau. Dan yang paling penting: menjauhi Kaivano Renald Arversson, ketua geng motor yang dulu pernah ia cintai... sebelum perasaannya berakhir menjadi tragedi. Namun rencana Launa tidak semudah itu. Sikapnya yang kini sangat hati-hati, dan selalu berusaha kabur dari Kaivan malah membuat cowok itu curiga... lalu tertarik... Di antara usaha Launa memperbaiki hidup, masalah sekolah yang kocak, drama persahabatan, dan situasi absurd karena terus bersembunyi dari Kaivan, ia perlahan menyadari sesuatu: masa lalu tidak ingin berubah begitu mudah. Saat Launa mencoba lari, Kaivan justru semakin mendekat. Saat Launa ingin melupakan, Kaivan makin bertekad untuk memiliki perhatian gadis itu-apa pun alasannya. Apakah Launa berhasil mengubah takdirnya? Atau justru menemukan alasan baru untuk menghadapi masa lalu yang pernah ia hindari?
All Rights Reserved
#3
sahabat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain's Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines