We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku, Ren dan Waktu

Aku, Ren dan Waktu

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Alya Salsabila, mahasiswi semester tiga, sedang berusaha bertahan di tengah tugas yang menumpuk dan perjalanan pulang-pergi yang melelahkan. Dua sahabatnya sudah sibuk dengan pacar masing-masing, sementara ia mulai merasa ingin merasakan cinta yang sederhana. Diam-diam, Alya menyukai Ren Wiratama-mahasiswa Sastra yang tidak terkenal tetapi karismatik, manis, tinggi, aktif di BEM, dan cenderung tertutup pada orang yang belum ia kenal. Pertemuan singkat semeja membuat rasa itu tumbuh perlahan. Hingga Alya memberanikan diri mengikuti akun Ren dan tanpa sengaja mengirim reels. Balasan singkat dari Ren menjadi awal dari cerita yang bergerak pelan di tengah riweuh-nya semester tiga. Start : 24 November 2025
All Rights Reserved
#3
salahkirim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines